Pohon Darah Naga (Dracaena cinnabari) merupakan jenis pohon yang sangat langkah yang berasal dari kepulauan Socotra, yaitu pulau kecil dari empat pulau di tengah Samudera Hindia. Pohon Darah Naga ini tumbuh di daerah yang kering dan dapat hidup lebih dari 300 tahun. Pohon Darah Naga dapat ditemukan di daerah kepulauan Socotra dan sekitarnya, termaksud daratan Yaman. Pohon ini ditemukan oleh Profesor Issac Bayley Balfour pada tahun 1880.
Pada abad pertama
Masehi, “darah” yang keluar dari Pohon Darah Naga ini digunakan sebagai bahan
pewarna atau pemanis pada makanan, dan juga obat untuk mengobati masalah
gangguan usus dan perut, serta antivirus untuk virus pernafasan, lalu juga
dapat mengobati diare, demam, disentri, gangguan tenggorokan. Lalu sejak abad
ke-18, dipakai sebagai pernis untuk biola di Italia.
Darah naga juga
memiliki sejarah dalam Ritual Spiritual (Sihir). Darah Naga dipercaya dapat
meningkatkan kekuatan mantra sihir untuk perlindungan, cinta, mengusir roh
jahat, dan sebagainya.
Pohon
Darah Naga ini memiliki bentuk yang aneh seperti payung dengan tujuan
membantunya bertahan hidup dalam kondisi kering dan daerah dengan tanah yang
berbatu. Bayangan yang timbul dari bentuk payungan itu membantu bibit Pohon
Darah Naga mampu
bertahan hidup dilingkungan yang keras.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar