Jumat, 08 Agustus 2014

Pohon Darah Naga (Dracaena cinnabari)






       Pohon Darah Naga (Dracaena cinnabari) merupakan jenis pohon yang sangat langkah yang berasal dari kepulauan Socotra, yaitu pulau kecil dari empat pulau di tengah Samudera Hindia. Pohon Darah Naga ini tumbuh di daerah yang kering dan dapat hidup lebih dari 300 tahun. Pohon Darah Naga dapat ditemukan di daerah kepulauan Socotra dan sekitarnya, termaksud daratan Yaman. Pohon ini ditemukan oleh Profesor Issac Bayley Balfour pada tahun 1880.



                     








       Pohon Darah Naga memiliki getah berwarna merah seperti darah dan biasa desebut sebagai darah naga jika disayat. Oleh karena itu disebut Pohon Darah Naga.

Pada abad pertama Masehi, “darah” yang keluar dari Pohon Darah Naga ini digunakan sebagai bahan pewarna atau pemanis pada makanan, dan juga obat untuk mengobati masalah gangguan usus dan perut, serta antivirus untuk virus pernafasan, lalu juga dapat mengobati diare, demam, disentri, gangguan tenggorokan. Lalu sejak abad ke-18, dipakai sebagai pernis untuk biola di Italia.

Darah naga juga memiliki sejarah dalam Ritual Spiritual (Sihir). Darah Naga dipercaya dapat meningkatkan kekuatan mantra sihir untuk perlindungan, cinta, mengusir roh jahat, dan sebagainya. 







Pohon Darah Naga ini memiliki bentuk yang aneh seperti payung dengan tujuan membantunya bertahan hidup dalam kondisi kering dan daerah dengan tanah yang berbatu. Bayangan yang timbul dari bentuk payungan itu membantu bibit Pohon Darah Naga mampu bertahan hidup dilingkungan yang keras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar